Semua ini dimulai saat aku masih kelas 3 SMA, dimana aku masih berpacaran dengan Ahmad, lelaki yang sudah bersamaku sedari kelas 2 SMA. Ahmad adalah pria yang baik, dan setia kepadaku. Yah, dia juga mantanku, kami memang berpacaran saat kami kelas 1 SMA, namun aku lupa karena apa kami putus dahulu. Barulah saat kelas 2 dia mengajakku balikan. Dan hubungan kami bertahan sampai kelas berikutnya.
Saat itu, aku mengenal seorang laki2, yah hanya sebatas teman di media sosialku, namanya Rahman. Awalnya hanya sebatas teman chatingan biasa sampai akhirnya aku jatuh cinta padanya, tepatnya pada keimanannya, bagaimana tidak, saat ini jarang sekali ku temukan laki2 yang sangat menjaga ibadah dan keimanannya. Siapa yang tak kagum?
Seiring berjalannya waktu, Aku dan Rahman semakin dekat, sampai akhirnya Ahmad marah karena kedekatan kami, Ahmad marah pula pada Rahman, sampai Rahman menjauh dariku, bahkan dia memblokirku di media sosialnya. Yah, sakit sekali tapi ada Ilham yang harus ku jaga perasaannya.
Tak terasa 2 bulan, aku dan Rahman lostcontack dan perlahan perasaanku pada Rahman pun pudar sampai suatu hari Rahman kembali mengajakku berteman di BBM, haaah betapa bahagianya diriku 😂 kami pun kembali dekat bahkan lebih dekat dari sebelumnya. Aku pun semakin kagum terhadapnya. Dia juga kadang membantuku mengerjakan tugas2ku Bahkan, suatu hari dia mengirimku voicenote surah Ar-Rahman dan lagu Akad, bisa bayangkan bagaimana perasaanku?
Aku dan Rahman memang punya banyak kesamaan, contoh kecilnya kami sama2 suka anak kecil dan sama2 pencinta kucing. Itu semakin membuatku jatuh hati dengannya.
Ilham, apa kabar dengan Ilham? Yah, entah karena apa aku putus dengannya. Hal ini membuat aku dan Rahman semakin dekat lagi.
Sampai suatu hari, aku tak sengaja chatingan dengan Kak Dika kakanya Rahman
"Kalian punya hubungan apa? "Tanyanya
"Tidak, kami hanya berteman"Jawabku
"Rahman sering bercerita tentang kamu di kakaku yang lain"
"Ah, serius kak? Tanyaku dengan kaget
"Iyya"Jawabnya ringkas
2 hari kemudian
Kak Dika berkata padaku kalau Rahman sebenarnya sudah punya pacar. Jujur ini membuat ku sakit hati, bagaimana tidak sebelumnya Rahman sangat manis kepadaku, dan bahkan Rahman sendiri tidak pernah berkata ia punya pacar, dan bahkan tidak pernah pacaran.
Sampai akhirnya ku beranikan diri untuk bertanya pada Rahman. Dan akhirnya diapun mengaku. Haaah, sakit sangat sakit, mulai saat itu aku mulai menjauh darinya. Chatnya ku abaikan begitu saja. Sampai suatu saat, mungkin dia juga sudah lelah merayuku dan aku tetap tidak ingin tahu lagi tentang dia.
Yah sakit hatiku masih terasa, namun ku coba untuk menata kembali hidupku. Ku jalani hidupku seperti biasa, dan Rahman pun masih terus menghubungiku dan aku tetap saja mengabaikan dia.
Aku terus memperbaiki diriku, dan menata kehidupanku, aku mulai sadar ini semua karena kesalahan ku yang terlalu berharap pada ciptaan-Nya. Sekarang mulai ku tanamkan dalam hatiku, kalau pun ia jodohku, ia akan kembali padaku.
Aku terus memperbaiki dan memantaskan diriku, karena ku tau dia memang pria yang ilmu agamanya diatas dariku. Tak terasa, aku mulai menjalani hidupku seperti biasanya. Tiba2 Rahman datang kembali, namun kali ini perasaanku tidak seperti dulu lagi, aku tidak berharap lebih lagi darinya. Aku tidak bersikap manis lagi padanya, dan saat ia mulai bersikap manis padaku, lansung ku katakan, "stop, jangan membuatku baper"
Entah akan berakhir seperti apa nanti Aku dan Rahman. Aku berharap yang terbaik akan datang di waktu yang tepat.
Note• Cerita ini berasal dari seorang wanita kuat yang ku kenal tapi tidak akan ku sebutkan namanya. Selamat Penasaran 😂