Sabtu, 13 Januari 2018

Antara Aku, Kau, dan Diam

Sudah hampir 3 tahun lamanya kita bersama.

Tak ada satupun moment kita berdua yang kulupakan, meski setitik saja. Aku mengingatnya dengan jelas, selalu ingin mengingatnya. Aku pun bisa membantumu mengingatkan kembali saat kau lupa. Bukankah seperti itu? Kita saling mengingatkan saat salah satu diantara kita lupa, saling menghibur, dan saling membahagiakan.

Sebelum waktu berakhir, aku ingin mengatakan ini.

Hari ini aku membawa 2 kabar khusus untukmu. Untuk pria yang slalu dan kuingin mengisis hatiku selamanya. Kabar ini terdiri dari kabar baik dan buruk. Mari ku sampaikan kabar baiknya dulu

Kabar baiknya aku sangat menyukaimu, teramat menyukaimu, sampai aku lupa bagaimana menyukai diriku sendiri.

Kabar buruknya, kini aku sedang matimatian berlari darimu dan segala sesuatu yang berkaitan denganmu. Semuanya ku lakukan, tahap demi tahap. Aku menjauh, Aku menyerah, dan aku mundur.

Aku menudur, setiap kali aku melangkah ku coba mempercepat langkahku, aku berlari, aku berusaha menenggakan kepalaku meski hatiku tersendat. Kakiku terkilir, bahkan kerap kali aku terjatuh.

Aku pergi bukan karena tidak ada perasaan lagi, hanya saja aku tahu bahwa tidak semua hal harus di paksakan. Tidak berarti aku harus memaksamu untuk mencintaiku pula.

Tolong jangan mengira cintaku telah habis, atau aku menyerah denganmu. Tidak!! Aku hanya baru mengerti, bahwa perasaanku harus berhenti disini. Aku tidak ingin ada luka lagi diantara kita. Aku merasa hatiku patah, sepatah patahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar